Pataforas merupakan bentuk pengembangan metafora yang membawa sebuah perbandingan menuju gambaran atau situasi baru. Jika metafora menghubungkan suatu objek dengan objek lain, pataforas melanjutkan hubungan tersebut hingga menghasilkan dunia imajinatif yang lebih luas. Karena bentuknya tidak selalu terlihat secara langsung, pembaca perlu memperhatikan bagaimana sebuah perbandingan berkembang dalam teks. Mengenali pataforas akan menjadi lebih mudah apabila memahami terlebih dahulu cara kerja metafora dan melihat perubahan makna setelah perbandingan tersebut digunakan.
Perhatikan Perbandingan yang Tidak Biasa
Langkah pertama untuk mengenali pataforas adalah mencari perbandingan yang terasa tidak biasa. Penulis mungkin menyamakan seseorang dengan burung, sebuah masalah dengan badai, atau kehidupan dengan perjalanan. Perbandingan seperti ini pada awalnya dapat terlihat sebagai metafora biasa. Namun, jika penulis kemudian terus menggunakan unsur dari perbandingan tersebut untuk menjelaskan tindakan, tempat, atau keadaan, kemungkinan besar teks tersebut sudah bergerak menuju pataforas. Perhatikan perkembangan gambaran setelah kalimat perbandingan muncul.
Lihat Apa yang Terjadi Setelah Metafora
pataforas.com biasanya dapat dikenali dari bagian teks yang muncul setelah metafora. Misalnya, seorang tokoh disebut sebagai kapal yang sedang kehilangan arah. Jika kalimat berikutnya membahas badai, pelabuhan, layar, atau kompas dalam konteks tokoh tersebut, metafora awal telah berkembang menjadi rangkaian gambaran baru. Unsur tambahan itu bukan sekadar hiasan bahasa, tetapi mengikuti logika dari perbandingan sebelumnya. Inilah salah satu tanda paling mudah untuk menemukan pataforas dalam sebuah teks.
Bedakan Pataforas dari Metafora Biasa
Tidak semua kalimat kiasan dapat disebut pataforas. Metafora biasanya berhenti setelah menyampaikan hubungan tertentu, sedangkan pataforas memperpanjang hubungan tersebut. Contohnya, kalimat “dia adalah matahari bagi keluarganya” merupakan metafora. Jika kemudian muncul gambaran bahwa keluarganya hidup dalam sebuah kota yang bergantung pada cahaya dari dirinya, perbandingan tersebut telah berkembang lebih jauh. Jadi, kunci utamanya terletak pada perluasan gambaran, bukan sekadar keberadaan bahasa kiasan.
Amati Munculnya Dunia Imajinatif
Salah satu ciri kuat pataforas adalah munculnya dunia imajinatif berdasarkan metafora sebelumnya. Dunia tersebut dapat berupa tempat, suasana, perjalanan, atau keadaan tertentu yang sebenarnya tidak ada secara literal. Misalnya, rasa takut digambarkan sebagai monster yang tinggal di dalam sebuah rumah. Jika teks kemudian menceritakan ruangan tempat monster bersembunyi, suara langkahnya, dan cara tokoh menghadapi makhluk itu, pembaca sedang berhadapan dengan pengembangan metafora yang khas pataforas.
Kenali Perubahan dari Abstrak Menjadi Konkret
Pataforas sering mengubah sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang dapat dibayangkan secara konkret. Perasaan seperti kesepian, kecemasan, harapan, dan penyesalan sulit dilihat secara langsung. Penulis dapat mengubahnya menjadi benda atau tempat tertentu, kemudian mengembangkan benda tersebut melalui berbagai kejadian. Kesepian misalnya dapat digambarkan sebagai rumah kosong. Ketika rumah tersebut memiliki pintu yang tidak pernah diketuk, meja makan tanpa kursi, dan jendela yang selalu tertutup, perasaan abstrak telah berkembang menjadi gambaran yang lebih nyata.
Perhatikan Konsistensi Gambaran
Pataforas yang baik biasanya memiliki konsistensi dalam pengembangannya. Jika sebuah perasaan digambarkan sebagai taman, penulis dapat menggunakan unsur seperti bunga, tanah, musim, pagar, atau jalan untuk memperluas gambaran. Sebaliknya, jika setiap kalimat tiba-tiba berpindah dari taman ke laut lalu ke luar angkasa tanpa hubungan yang jelas, pembaca mungkin hanya menemukan kumpulan metafora, bukan pataforas yang terarah. Konsistensi menjadi petunjuk penting untuk memahami apakah sebuah gambaran memang sengaja dikembangkan.
Cari Hubungan Sebab dan Akibat
Cara lain mengenali pataforas adalah memperhatikan hubungan sebab dan akibat dalam dunia perbandingan. Misalnya, seseorang digambarkan sebagai sebuah pohon. Selanjutnya, pengalaman buruk dapat menjadi badai yang merusak cabangnya, sementara dukungan keluarga menjadi air yang membantu pertumbuhannya. Ketika berbagai unsur tersebut saling berhubungan, metafora awal telah menghasilkan sistem gambaran yang lebih kompleks. Hubungan sebab dan akibat membuat pataforas terasa seperti sebuah dunia yang memiliki aturan sendiri.
Perhatikan Penggunaan Kata yang Berulang
Kata atau kelompok kata tertentu yang terus muncul dapat menjadi petunjuk keberadaan pataforas. Penulis mungkin memperkenalkan satu gambaran, kemudian mengulang kosakata yang masih berada dalam bidang makna yang sama. Jika seseorang disebut sebagai pelaut, misalnya, kata seperti kapal, ombak, jangkar, pelabuhan, dan badai mungkin muncul pada bagian berikutnya. Pengulangan tersebut memperkuat gambaran utama dan membantu pembaca memahami bahwa penulis sedang mengembangkan metafora menjadi konsep yang lebih luas.
Bacalah Makna Secara Keseluruhan
Jangan mengenali pataforas hanya berdasarkan satu kalimat. Baca beberapa kalimat sebelum dan sesudahnya untuk melihat konteks. Sebuah kata yang tampak sebagai metafora mungkin ternyata hanya digunakan sekali. Sebaliknya, sebuah gambaran sederhana dapat berubah menjadi pataforas ketika dibaca bersama paragraf berikutnya. Membaca secara keseluruhan membantu menemukan hubungan antara perbandingan, perkembangan cerita, dan makna yang ingin disampaikan penulis.
Uji dengan Pertanyaan Sederhana
Pembaca dapat menggunakan beberapa pertanyaan untuk menguji apakah sebuah teks mengandung pataforas. Tanyakan, “Apa perbandingan yang digunakan?”, “Apakah perbandingan itu dikembangkan?”, dan “Apakah unsur dari perbandingan tersebut muncul kembali dalam situasi berikutnya?” Jika jawabannya positif, terdapat kemungkinan kuat bahwa teks tersebut menggunakan pataforas. Pertanyaan sederhana ini sangat membantu ketika membaca karya sastra, artikel kreatif, puisi, atau tulisan yang banyak menggunakan bahasa figuratif.
Kenali Pataforas dalam Kalimat Sehari-hari
Pataforas tidak selalu ditemukan dalam karya sastra. Dalam percakapan sehari-hari pun seseorang dapat mengembangkan metafora secara spontan. Seseorang mungkin berkata bahwa pekerjaannya adalah medan perang. Jika kemudian ia menjelaskan adanya strategi, benteng, lawan, dan kemenangan, perbandingan tersebut telah berkembang menjadi gambaran yang lebih luas. Kebiasaan memperhatikan percakapan seperti ini dapat melatih kepekaan terhadap pataforas dan membuat proses mengenalinya dalam teks menjadi lebih mudah.
Pahami Fungsi Pataforas dalam Teks
Setelah menemukan pataforas, penting untuk memahami alasan penulis menggunakannya. Pataforas dapat membuat gagasan abstrak lebih mudah dibayangkan, memperkuat emosi, membangun suasana, atau memberikan sudut pandang yang berbeda. Dalam sebuah cerita, teknik ini juga dapat membantu menggambarkan konflik batin tanpa menjelaskannya secara langsung. Dengan memahami fungsinya, pembaca tidak hanya mampu menemukan pataforas, tetapi juga dapat menilai bagaimana teknik tersebut mendukung keseluruhan isi tulisan.
Kesimpulan Mengenali Pataforas
Mengenali pataforas dalam teks dan kalimat membutuhkan perhatian terhadap perkembangan sebuah perbandingan. Mulailah dengan menemukan metafora, kemudian lihat apakah gambaran tersebut diperluas melalui karakter, tempat, benda, tindakan, atau peristiwa baru. Perhatikan pula konsistensi, pengulangan kata, hubungan sebab akibat, serta perubahan konsep abstrak menjadi gambaran konkret. Dengan latihan membaca secara teliti, pembaca akan semakin mudah membedakan metafora biasa dari pataforas. Kemampuan ini juga membuat pengalaman menikmati karya sastra dan tulisan kreatif menjadi lebih mendalam.